Cocok kah sistem “Full Day School” di Indonesia?

0
437

Pak Muhadjir Effendy, selaku Menteri Pendidikan Republik Indonesia (Mendikbud) sudah menetapkan Peraturan Menteri (Permen) Nomor 23 Tahun 2017 tentang sistem Full Day School.

Dalam Permen tersebut, jumlah jam dalam Full Day School yakni 8 Jam sehari selama 5 hari. Yang menjadi pertanyaan adalah, cocok kah system pendidikan Full Day School di implementasikan di Indonesia?.

Setidaknya ada 3 hal yang semestinya dipertimbangkan untuk mengimplementasikan Full Day School di Indonesia.

Fasilitas Sekolah

Untuk memperlancar proses Full Day School, fasilitas sekolah seharusnya dipersiapkan untuk mendukung kelancaran pendidikan. Akan tetapi, pembangunan fasilitas sekolah belum merata, apalagi sekolah-sekolah yang berada di desa atau pelosok, terutama tempat ibadah.

Tempat ibadah merupakan hal yang penting dalam Full Day School, karena para siswa, guru, maupun  staff berada di sekolah mulai dari pagi sampai sore. Ini artinya, siswa, guru, dan staff yang beragama islam akan melaksanakan sholat dzuhur.

Maka dari itu, fasilitas sekolah, terutama tempat ibadah semestinya dipersiapkan sebelum mengimplementasikan Full Day School.

Metode Pembelajaran

Full Day School memberikan waktu belajar yang lumayan lama, yakni 8 jam sehari. jika metode ceramah, metode yang selama ini banyak diterapkan, juga diterapkan dalam Full Day School, bukan tidak mungkin para siswa akan merasa bosan dan ngantuk selama proses pembelajaran.

Lihat juga:  6 hal mengagumkan sekolah di Thailand

Maka dari itu, guru-guru diharapakan dapat menyampaikan pelajaran dengan metode yang lebih interaktif dan tidak  membosankan. Sehingga siswa akan merasa senang, aktif, dan juga termotivasi untuk belajar.

Gaji Guru

Tidak bisa dipungkiri, gaji guru di Indonesia bisa dikatakan sangat rendah, terutama yang honorer. Dalam sistem Full Day School, para guru akan mengajar disekolah dari pagi sampai sore. Sehingga, guru tidak bisa melaksanakan kerja sampingan.

Bagi guru yang memiliki penghasilan (gaji) yang cukup, ini bukan suatu masalah. Tapi, guru yang memiliki penghasilan (gaji) kurang dari kata cukup, ini memiliki cerita yang berbeda.

Dengan kata lain, ini merupakan suatu masalah, karena guru juga punya tanggung jawab untuk menopang kebutuhan keluarga.

Dalam sistem pendidikan biasa (bukan Full Day), guru masih bisa ngajar di pagi hari, dan melakukan kerja sampingan di siang atau sore hari.

Maka dari itu, sebelum mengimplementasikan Full Day School, sekolah dan guru diharapkan mampu memenuhi setidak nya 3 pertimbangan diatas.

Kalau sudah memenuhi 3 pertimbangan diatas, bias dikatakan, sekolah tersebut sudah cocok dengan sistem Full Day School, setidaknya dalam hal ini dulu.*ais